Pengajian Ramadhan:Sikap sekaligus golongan hamba Allah Swt dalam menerima wahyu Allah Swt

  • Print

PENGAJIAN RAMADHAN : SIKAP SEKALIGUS GOLONGAN HAMBA ALLAH SWT DALAM MENERIMA WAHYU ALLAH SWT.

Oleh : Drs. Abdul Syukur AS

Pengajian Ramadhan kali ini disampaikan oleh Drs. Abdul Syukur AS dan sebagai Pembawa Acaranya adalah Sholikhah yang diselenggarakan pada hari Kamis tanggal 25 Juli 2013 di Kantor Pengadilan Agama Rembang. Pengajian tersebut dibuka oleh pembawa acara Sholikhah pada pukul 08.15 WIB, kemudian dilanjutkan pada acara ceramah dari Bapak Drs. Abdul Syukur AS tentang Sikap sekaligus golongan hamba Allah dalam menerima wahyu Allah Swt. Adapun ringkasan dari ceramah tersebut adalah sebagai berikut:

Hamba Allah digolongan menjadi tiga tingkatan: mereka yang menganiaya diri sendiri (zhalimun linafsih), tingkatan pertengahan (muqtashid) dan yang bersegera dalam kebaikan (sabiqun bil-khairat).

Golongan-golongan tersebut terdapat pada Surat Fathir Ayat 32 yang artinya:

Kemudian Kitab itu (Al-Quran) Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan di antara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar”. (QS. Fathir : 32)

1. Zhalimun linafsih, yaitu orang yang zalim kepada dirinya artinya orang yang masih sedikit mengamalkan ajaran Kitabullah dan terlalu senang memperturutkan kemauan nafsunya, atau orang yang masih banyak amal kejahatannya dibanding dengan amal kebaikannya.

Lebih jelasnya, golongan “zhalimun linafsih” adalah orang-orang yang meremehkan dalam melaksanakan kewajiban, dan melaksanakan sebagian perkara yang telah diharamkan oleh Allah ta’ala. Mereka adalah para pelaku kemaksiatan dari kalangan umat ini, yang masih suka malas dalam mengerjakan shalat, dan kewajiban lainnya, yang Allah mengancamnya dengan neraka. Mereka mendapatkan hisab yang sangat lama di Padang Mahsyar.

Dalam surat Az zukhruf ayat 36 yang artinya:”Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran (Rabb) Yang Maha Pemurah (al-Quran), Kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya”.

Ayat ini menerangkan bahwa barangsiapa yang tidak mau membiasakan diri mengingat Allah dan berpa1ing dari ajaran Alquran yang telah disampaikan kepada Muhammad saw serta berusaha tidak mengacuhkannya dan telah terpengaruh oleh kesenangan hidup di dunia, maka Allah akan menjadikan setan sebagai teman eratnya, baik berupa jin maupun manusia, selain itu yang selalu mendampingi dan mempengaruhinya, sehingga tertanamlah dalam pikirannya anggapan yang tidak baik, yaitu memandang perbuatan buruk sebagai perbuatan baik. Karena itu, hatinya makin lama semakin kuat dan rapat, sehingga tidak ada suatu celah pun yang mungkin dimasuki cahaya Ilahi.

2. Muqtasid, yaitu orang golongan menengah atau orang yang seimbang antara amalan kebaikan dan kejahatannya.

Golongan muqtashid yaitu orang-orang yang melaksanakan kewajiban dalam agama, seperti shalat, zakat, puasa ramadhan, dan haji serta tidak meninggalkan hal-hal yang haram seperti judi, mabuk-mabukan, berlaku dhalim terhadap sesama, berbuat zina, terkadang mereka juga melaksanakan perkara-perkara yang makruh, mengerjakan shalat di masjid yang terdapat kuburannya, banyak berkumur di kala puasa.

3. Sabiqun bil khairat, yaitu orang yang terus menerus mencari ganjaran Allah dengan melakukan amal-amal kebaikan atau orang yang berlomba-lomba melakukan kebaikan.

Golongan terbaik, yaitu  Saabiqun Bil Khairat, yaitu orang-orang yang melaksanakan hal-hal yang wajib dan sunah, meninggalkan perkara-perkara yang haram, makruh dan sebagian perkara yang dihukumi mubah oleh syari’at. Mereka adalah orang terbaik dari umat ini. Mereka adalah orang-orang yang berbuat ihsan yang mengerjakan apa yang terbaik bagi diri mereka. Para ulama mengatakan mereka adalah orang-orang yang memasuki surga tanpa hisab.

Pengajian ditutup oleh saudari Sholikhah selaku pembawa acara pengajian ramadhan dengan bersama-sama membaca bacaan hamdalah.