Mengalahkan Jago Gulat Arab

 Mengalahkan Jago Gulat Arab*

Oleh: H. Jojo Suharjo

Masyhur sekali di Mekkah nama Rukanah sebagai seorang kuat dan tegap badannya. Hampir tidak ada yang tidak kenal kepadanya karena sangat kuat. Jarang orang yang berani menghadang dan menghadapinya. Iapun bangga pula dengan kekuatannya ini, malah dia berani mencari lawannya. Dalam istilah sekarang disebut: jago gulat ulung!

Nabi s.a.w. pun mengetahui akan kekuatan Rukanah ini, namanya cukup pula menjadi pembicaraan orang banyak. Jika dia dapat diajak masuk islam sudah tentu besar pengaruhnya. Sebab itu beliau ingin melakukan da’wah kepadanya. Sudah tentu tidak seperti da’wah kepada tokoh dan pemuka Qureisy, harus dengan caranya pula.

Pada suatu kali datanglah kesempatan itu dan Nabi s.a.w. mencoba mempergunakannya dengan baik. Diharapkan berhasil sesuai dengan yang dicita-citakan hendaknya.

Waktu itu Rukanah ini sedang berada di Syi’b (jalan dekat bukit) Mekkah. Nabi s.a.w. segera menemuinya dan akan mengajak adu kekuatan sebagai satu jalan da’wah kepada Rukanah.

“Wahai Rukanah!. Belumkah engkau akan taqwa kepada Allah dan menerima agama yang aku sampaikan?” demikian tanya Nabi s.a.w. kepadanya.

“Wahai Muhammad! Apakah tandanya yang dapat menjadi bukti atas kebenaran engkau” jawab Rukanah.

“Bagaimana jika aku dapat mengalahkan engkau (dalam gulat), adakah engkau akan beriman kepada Allah dan Rosul-Nya?” Tanya Nabi s.a.w. lagi.

“Baiklah, wahai Muhammad” jawab Rukanah.

“Bersiaplah engkau” kata Nabi s.a.w. memerintah Rukanah.

Rukanahpun bersiap dan dia yakin bahwa Muhammad tidak akan berhasil mengalahkannya. Ketegapan badan atau jasmaninya cukup dapat membanting Muhammad dalam waktu singkat. Sebab itu tantangan Muhammad ini dianggap seakan-akan main-main atau lelucon. Apalagi dia sudah pula mengetahui bahwa Muhammad ini hanyalah berda’wah sepanjang hari. Bukanlah melatih tenaga menghadapinya.

Dalam keadaan yang penih rasa diri sebagai jago, Rukanah bersiap sebagai kebiasaan orang kuat. Nabi s.a.w. segera mendekatinya dan bersiap akan menghempaskan Rukanah. Keduanya sama mengambil tempat dan menunggu kesempatan untuk mengalahkan yang lain.

Nabi s.a.w. dapat memegang badan Rukanah dan membantingnya dengan cepat. Rukanah sangat heran kenapa Muhammad berhasil mengalahkannya sedang selama ini dia tidak mengira akan dapat dikalahkan. Sungguh sangat mengherankan baginya.

Rukanah ingin diulang kembali adu tenaga!

Nabi s.a.w. pun menyanggupi.

Juga beliau berhasil membanting Rukanah sehingga dia tambah heran kenapa dia tidak mempunyai tenaga bertahan seperti yang sudah-sudah.

Diulangi lagi untuk ketiga kali pun juga Rukanah tidak berdaya sehingga dia mengaku.

“Sungguh ajaib keadaan engkau” demikian katanya kepada Nabi s.a.w.

Malah selain Rukanah beliau berhasil pula menantang jago lain, yaitu Abu Aswad Al Jumahy. Ia masyhur pula seperti Rukanah, malah mempunyai keistimewaan sendiri.

Pernah dia tegak diatas kulit sapi, lalu sepuluh orang mencoba menarik kulit itu dari telapak kakinya. Tetepi tidak berhasil menariknya, dia tetap berdiri bagaikan batu besar. Malah kulit itu yang robek-robek terpisah-pisah karena tarikan.

Nabi s.a.w. mengajaknya untuk mengadu kekuatan sebagai sesuatu jalan da’wah kepada Islam.

“Jika engkau dapat membantingku, nanti aku akan beriman kepada engkau” demikian katanya kepada Nabi s.a.w. Jadi dia sendiri yang mamajukan syarat. Berlaianan dari Rukanah yang diajak Nabi s.a.w. untuk beriman jika dia kalah.

Tantangan Aswad ini diterima oleh Nabi s.a.w.!

Akhirnya beliau berhasil membantingnya sehingga dia mengalami suatu kekalahan yang memalukan. Namun demikian dia tidak menepati janjinya, ia tidak jadi beriman seperti yang dikatakannya semula.

Betapa jua halnya namun Nabi s.a.w. sudah berhasil menundukkan jago gulat yang terkenal kuatnya di Mekkah. Umum mengetahui bahwa Muhammad mempunyai tenaga luar biasa yang berasal dari Iman yang kuat kepada Allah. Beliau telah melaksanakan tugas da’wah kepada banyak orang dalam kemampuan dan keadaan mereka masing-masing. Jago gulat dihadapi bukan seperti menghadapi masyarakat dan pemuka Qureisy dengan ayat-ayat Allah. Walau hasilnya belum mencapai yang diharapkan, tetapi keberanian dan kekuatan Nabi s.a.w. menantang orang kuat Mekkah menjadi perhatian umum akhirnya. Jika Aswad tidak menepati janji berarti dia kalah dua kali, yaitu dikalahkan dan mendusta. Dia merugi dalam pristise dan Nabi s.a.w. beruntung dari segi moral.

*Diambil dari buku “Anekdote Kehidupan Rasulullah S.A.W.”